Jumat, 06 Maret 2020

Tribute to Emnx





Mdch :

Pagi ini aku merasa sedikit senang, karena hari ini adalah hari sabtu, dimana besoknya adalah waktu libur sekolah. Tak terlepas dari kejadian menyenangkan hari kemarin, aku semakin siap menghadapi hari-hari berikutnya. 

Mulailah aku dengan menjadi murid sekolah yang tenang, yang mengharapkan segera tibanya bel pulang sekolah. Aku pun segera beranjak dari kelas yang telah kusinggahi selama 5 jam tersebut hari ini. 

Aku selalu bersama kakak ku, dia juga murid yang sama di sekolah kami. Aku mereka-reka bahwa kami akan berkumpul lagi bersama teman-teman lain, seperti rutinitas kami pada hari sabtu yang lain. kakak ku berkata "ikut aku mencari ukulele" dengan wajah yang seperti kebingungan. Kami pun berangkat mengitari pasar Krian mencari ukulele itu, hingga menemui sebuah toko olahraga. Negosiasi barang berjalan pada angka 75.000, kakak ku pun membelinya. Pikiranku kembali lagi pada awal, 'apakah kami akan berkumpul bersama teman-teman?'. Kakak ku yang menyetir sepeda motor seperti memberi isyarat tidak, dia langsung beranjak pulang ke rumah.

Kami berpisah sementara waktu, aku tak bisa melihatnya tertawa atau tersenyum hari ini. aku pun pulang ke rumahku sendiri. Senja tiba menggerogoti matahari, aku menuju rumah kakak ku, akan tetapi dia sedang pergi. Aku menunggunya dengan memainkan ponselku, hingga waktu menunjukkan sekitar jam 8 malam. Dia pulang dan menghampiri diriku.

"aku pinjam hp-nya" ujarnya. tetapi baterai ponselku sudah hampir habis, aku pun bergegas meninggalkannya pulang. waktu itu aku tidak melihat wajahnya sama sekali, tapi aku seperti paham bahwa dia sedang kecewa, karena aku tidak meminjaminya hpku. Aku pun pulang ke rumah dan tidur. dia pun juga pergi bersama teman-teman yang lain.

Emnx :
Suatu malam kami bertiga yang sudah berjanji bertemu, aku, idham, egy akan berangkat ke sebuah tempat. Menghabiskan satu gelas terakhir dan berangkat kembali. kami bertiga berboncengan sebuah motor, tiba-tiba ada sepeda motor dari arah lain melaju kencang dengan membawa sesuatu di tangannya mendekati kami, oleng ke kanan dan menjatuhkan kami bertiga. Aku berputar ke tanah, wajah kiriku mencium aspal, darah mengalir dari segala tempat, aku bisa menciumnya, ya bau darah yang melekat di aspal, sungguh bau yang indah.
Malang nian nasibku, aku tak berdaya menggerakkan tubuhku, pandanganku semakin kabur, aku khawatir dengan kesadaranku, "wahai pelipis kiri, kenapa kau tidak menghentikan si darah untuk mengalir?, aku sudah pusing". Aku tak mengerti dengan apa yang kulihat, semua berjalan cepat, aku menuju dari meja ke meja. Bapak ku, ya aku bisa melihatnya sekilas, "apa yang terjadi padaku pak?, dimana ibu?, aku takut semua semakin gelap, dimana adikku?, aku tak bisa merasakan wajahku, kenapa aku tak bisa menangis?."

Semua terasa gelap, hingga sepercik cahaya menyilaukan mataku, kukejar cahaya itu, kuharap aku bisa segera mengetahui apa yang terjadi.

Mdch :

Aku mendengarnya, antara jam 2 pagi, aku tidak percaya bahwa kakak akan meninggalkan kami, aku tak bisa tidur setelah itu. Menunggu kedatangannya, hingga akhirnya dia datang dengan mobil putih langganan rumah sakit. Aku masih tidak bisa melihat wajahnya, hingga aku mengikutinya pada sebuah pemakaman. Kain itu disingkapkan dari wajahnya, aku melihat liang yang berair itu berwarna merah, darah masih mengalir di otaknya, hingga semua berakhir, hingga aku berjalan pulang kembali ke rumah kakak ku.

Jam 6 pagi, aku tidak percaya, "apakah hari ini benar-benar ada?"

  rest my brother in the same day at 8 March 2015. I hate you leave me, I hate this day, I lose every game I play. But i just want one thing, hug and never let you go again. 

                                                                                                                                5 years after tragedy
                                                                                                                     See u later, my bloody rose


nb. penabrak itu tak pernah datang kerumah kami, menghilang, meninggalakn pisau lagi ditanganku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar